Peringatan 1000 Hari Wafat Pram
BLORA, JURNAL NASIONAL — Komunitas Pasang Surut akan memperingati 1.000 hari wafat sastrawan Pramoedya Ananta Toer pada 1 - 7 Februari 2009 dengan menggelar berbagai agenda kebudayaan. Acara yang bertajuk "Seribu Wajah Pram dalam Kata dan Sketsa" ini akan diadakan di Jalan Sumbawa 40, Jetis, Blora.
Pameran poster, sketsa, foto, sampul buku Pram akan diadakan selama berlangsungnya acara (1-7/1). Pada Kamis (5/2) diadakan diskusi antara Komunitas Porong (Sidoarjo), Kulon Progo, Juwana, Rembang, Pati, Randublatung, dan Blora.
Jumat (6/1) acara diisi dengan pentas musik "Sahabat-sahabat Pram" oleh Marjinal (Jakarta), Dendang Kampungan (Yogya), Anak Seribu Pulau (Blora), Gagego, Lesbumi (Pati), juga Aditya (cucu Pram) yang membawakan "Anak Tumpah Darah" karya Pram dan "Lagu buat Pram" karya Erros Djarot.
Sabtu (7/1) akan diramaikan dengan pentas seni reog, Teater Sangkur Timur (Semarang), drama SMAN 1 Randublatung, performance Joko Pekik "Melukis 1000 Wajah Pram", karawitan anak "Sekar Arum", dan peluncuran buku Bersama Mas Pram karya Koesalah dan Soesilo Toer.
Pada malam harinya, akan ada obrolan seputar "Kisah dan Pemikiran Sastrawan Tierra Humana". Sebagai pembicara diskusi tersebut, Koesalah Soebagyo Toer, Taufiq Ismail, Ajip Rosidi, Jusuf Soewadji, Joko Pekik, Tristuti, dan Sindhunata. Hujatan pamungkas akan ditutup dengan pergelaran wayang oleh dalang Tristuti dengan lakon "Begawan Ciptaning". (Heri C Santoso, Jurnal Nasional, 30/1/2009)
Post a Comment